Berbelanja Makanan di Wellington

Belanja

Urusan mengenyangkan perut dan wisata kuliner di Wellington bukanlah hal yang sulit. Bagi kalian yang doyan makan, Wellington memiliki beragam restauran dari berbagai negara; mulai dari Italian Food, Mexican Food, Indian Cuisine, Turkey Kebabs, hingga berbagai restauran Asia yang menyediakan masakan khas termasuk masakan Indonesia. Setiap hari Jumat di Cuba Street, ada jejeran food truck yang menyajikan makanan sembari jalan-jalan sore. Tidak ketinggalan food truck andalan masakan Indonesia yaitu Garuda Truck yang menyajikan menu Indonesia seperti sate ayam, lontong, nasi bakar, dan lain sebagainya. Harga sekali makan di Wellington berkisar sekitar sepuluh dolar, tidak termasuk minum. Jadi para pelajar sebaiknya memperhitungkan pengeluaran kalau mau jajan diluar.

Untuk yang hobi masak, atau khususnya international students yang ingin berhemat, lebih disarankan membeli bahan makanan sendiri untuk dimasak di rumah. Banyak supermarket besar yang menyediakan kebutuhan dasar makanan seperti New World, Countdown dan andalan para pelajar karena faktor harga yang lebih murah yaitu Pack and Save. Toko-toko tersebut dapat ditemukan di berbagai area di Wellington jadi tidak perlu khawatir tentang lokasinya. Selain itu, bagi pelajar Indonesia yang kangen masakan Indonesia dan ingin beli bahan-bahan untuk memasak bisa pergi ke Asian Store. Yan’s Supermarket salah satunya, yang juga menjual produk bahan makanan dan bumbu-bumbu dari Indonesia seperti saos, kecap, sambal, dll. Untuk keterikatan kalian dengan indomie (mengingat akan jadi anak kos lagi), jangan khawatir karena indomie dapat ditemukan dengan mudah di berbagai supermarket di Wellington plus dengan varian rasanya. Beras sebagai bahan makanan pokok tentunya bisa didapatkan dengan mudah di berbagai toko yang tadi saya sebutkan. Tinggal pilih aja dimana dan varian beras yang ingin dibeli. Sebagai saran, Jasmine Rice adalah jenis beras yang paling familiar dengan beras di Indonesia.

Sebagian besar masyarakat Wellington menyukai hidup sehat dengan banyak berjalan kaki dan dengan mengonsumsi sayur-sayuan dan buah-buahan. Itulah kenapa tersedia juga ‘Sunday Market’ yang menyediakan sayur-sayuan dan buah-buahan fresh dari petaninya, tentunya dengan harga yang lebih murah dibandingkan supermarket. Pada dasarnya, ini mirip dengan pasar tradisional di Indonesia, tapi lebih rapi dan tidak menjual daging. Sunday Market ini ada ‘temporary’ yaitu tiap hari Sabtu dan Minggu di lokasi tertentu dan tidak pernah berpindah seperti Waterfront, dan Courtney Place. Jadi percayalah, para karnivor di Indonesia saat kalian sudah mengunjungi Sunday Market maka kalian perlahan-lahan menjadi herbivor, pecinta sayur dan buah, karena mereka sangat beragam, menggiurkan dan mudah dibeli.

-Ditulis oleh Eka Putri-