arya

Kapal pesiar merupakan salah satu wisata yang dapat menarik wisatawan internasional maupun lokal. salah satu perusahaan kapal asing yang ternama di dunia adalah Royal Carribean Internasional yang mana telah berlayar membawa wisatawan-wisatawan asing maupun lokal berkeliling dunia melalui kapal mereka. Dengan adanya wisatawan-wisatawan asing maupun lokal yang dibawa oleh kapal-kapal pesiar membuat perekonomian di tempat yang dikunjungi membaik, hal ini dikarenakan para wisatawan melakukan transaksi-transaksi di lokasi wisata tersebut.

Dengan adanya hal tersebut, roda perekonomian di lokasi wisata tersebut dapat mengurangi jumlah pengangguran, membangun infrastruktur dll dengan kata lain kegiatan tersebut dapat membuat hidup masyarakat di wilayah tersebut menjadi lebih baik.

Ada dua tipe yang pada umumnya datang dengan kapal pesiar, yakni Turn around dan Visitor. Turn around Merupakan terminologi dimana para wisatawan yang datang dengan kapal pesiar singgah di satu lokasi pemberhentian lebih dari 10 jam atau biasanya para wisatawan menginap atau dengan kata lain tinggal lebih lama di lokasi tersebut. Sedangkan Visitor merupakan terminologi dimana para wisatawan yang datang dengan kapal pesiar hanya singgah di lokasi pemberhentian kurang dari 8 jam lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka kembali ketempat lain.

Setelah mengetahui manfaat dan terminologi yang disebutkan di atas, bagaimana dengan implementasi di Indonesia? Ringkasan ini akan membahas studi kasus yang dilakukan di Honduras yang mana bisa menjadi salah satu alternatif dalam membangun wisata kapal pesiar, pihak-pihak yang terlibat dan juga apa saja yang harus dipersiapkan dalam membangun wisata kapal pesiar ini.

Studi kasus yang dilakukan di Honduras ialah, perusahaan swasta kapal pesiar melakukan konsesi yaitu dengan cara membuat rancangan infrastruktur pelabuhan dalam di daerah tersebut yang ditawarkan oleh pemerintah setempat yang nantinya akan dikelola selama 30 tahun oleh perusahaan swasta kapal pesiar tersebut dan setelah kontrak 30 tahun tersebut berakhir infrastruktur tersebut akan diserahkan kepada pemerintah lokal di daerah tersebut. Dengan kata lain, Indonesia bisa mencontoh studi kasus yang dilakukan Honduras untuk mengembangkan wisata kapal pesiar.

Namun, sebelum melakukan konsesi, ada beberapa pihak-pihak yang harus terlibat jika ingin mengembangkan wisata kapal pesiar di Indonesia, karena pada saat ini, kapal pesiar yang singgah di Indonesia hanya melakukan Visit dan hal ini membuat transaksi yang terjadi di Indonesia tidak maksimal. Pihak-pihak yang terlibat dengan kata lain ialah, seluruh kementrian-kementrian yang ada di Indonesia.

Salah satu Contohnya ialah, kementrian pariwisata membutuhkan bantuan kementrian luar negeri untuk mengurus imigrasi yang ada di pelabuhan-pelabuhan yang akan didatangi oleh wisatawan kapal pesiar dari luar negeri.

Selain kementrian-kementrian yang harus terintegrasi dalam mengembangkan wisata kapal pesiar ini. Hal lain yang harus dipersiapkan oleh Indonesia yakni, memberikan pendidikan bagi penduduk-penduduk lokal agar siap menerima dan menjalankan infrastruktur yang akan dibuat oleh perusahaan swasta kapal pesiar jika melakukan konsesi ketika kontrak yang diberikan kepada perusahaan swasta tersebut sudah habis.

Selain hal itu, dengan memberikan edukasi kepada penduduk lokal, hal tersebut dapat membuat penduduk lokal menjadi lebih ramah kepada wisatawan-wisatawan yang datang dan membuat lebih memiliki “rasa memiliki” terhadap lokasi wisata atau tempat tinggal mereka. Salah satu contohnya ialah menjaga kebersihan tempat wisata.

Kesimpulan yang dapat diberikan dalam ringkasan ini adalah, agar dapat mengembangkan wisata kapal pesiar, pemerintah harus menyadari betapa pentingnya wisata kapal pesiar di Indonesia dan juga penduduk lokal juga harus memiliki pemikiran yang terbuka akan pentingnya wisata kapal pesiar dapat mengubah kehidupan mereka menjadi lebih baik.

-Ditulis oleh Danang-

Materi dalam WIND tersebut disampaikan oleh Sdr. Arya di Wellington Indonesia Nano Discussion Jum’at 20 Mei 2016, Wellington, Selandia Baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *