1737477IMG-20160429-WA0006780x390

KOMPAS.com – Kebutuhan teroris akan internet di negara kita telah mengalami evolusi. Demikian dituturkan seorang anggota polisi Polda Metro Jaya, Kapten Malvino Edward Yustica Sitohang, ketika membuka perbincangan dengan Kompas.com saat berkunjung ke Victoria University of Wellington, Selandia Baru, belum lama ini.

Malvino, yang tengah mengeyam pendidikan Strategic Studies di Victoria University of Wellington, mengatakan bahwa teroris di Indonesia telah mengalami empat tahap evolusi dalam penggunaan internet.

“Mulai dari justifikasi, propaganda, rekrutmen, finansial,” kata Malvino.

Untuk evolusi keempat, yakni kebutuhan internet untuk menunjang kekuatan finansial, terdakwa perkara terorisme Mawan Kurniawan alias Mawan alias Clicker, menjadi contoh nyata yang pernah dihadapi Indonesia.

“Nah untuk finansial ini bisa kita lihat dari kasus Mawan Kurniawan alias Mawan alias Clicker,” kata Malvino.

Mawan dinilai membantu Rizki Gunawan alias Rony Setiawan alias Luqman Gun alias Gesek alias Kiki, terdakwa lain, meretas (hacking) situs investasi, yaitu speedline.com, untuk tujuan terkait dengan terorisme.

Bobol situs

Membobol situs memang bukan pekerjaan mudah bagi kebanyakan orang. Namun, bagi orang sekelas Mawan, pekerjaan itu tidak terlalu sulit dilakukan.

Sebagai karyawan swasta dan programmer serta lulusan perguruan tinggi informatika, Mawan dapat membuat bermacam program untuk membobol sebuah situs, seperti mengubah tampilan (deface). Mawan pernah didakwa mengubah tampilan beberapa situs, antara lain situs Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Panin Sekuritas.

Sejak November 2010, menurut jaksa penuntut umum, terdakwa Mawan kemudian juga membantu membuat program stealer bagi terdakwa Rizki Gunawan alias Luqman Gun untuk membobol situs investasi.

Selain itu, Mawan juga membuat program checker. Fungsi program itu, antara lain, mengecek validitas login dari e-mail, Paypal, dan Facebook serta mengetahui isi data (content) dari e-mail, Paypal, dan Facebook tersebut.

Dengan program-program yang dibuat terdakwa Rizki dan teknik-teknik lain, Rizki alias Luqman dapat memanfaatkan program-program dari Mawan untuk membobol situs investasi. Dengan menggunakan program yang diberikan oleh terdakwa, Luqman mampu mengumpulkan uang sekitar Rp 4 miliar.

Sebagian besar uang itu digunakan untuk pelatihan militer terkait di Poso. Dari hasil hacking itu, terdakwa Mawan juga mendapatkan uang sekitar Rp 300 juta dari Rizki alias Luqman.

Berdasar kasus Mawan, kata Malvino, tantangan memerangi teroris di Tanah Air akan semakin rumit.

“Indonesia ke depan makin kompleks, sebab tantangan kita ke depan adalah perang hibrida, bukan lagi perang yang tembak-tembakan,” ujarnya.

SUMBER

5 Responses

  1. Essie says:

    Greetings from Colorado! I’m bored at work so I decided to browse your
    website on my iphone during lunch break. I love the information you provide here and can’t wait to take a look when I get home.

    I’m shocked at how quick your blog loaded on my
    mobile .. I’m not even using WIFI, just 3G .. Anyhow, wonderful site!

  2. Shawn says:

    It is the bet time to make a few plans for thee future
    and it is time to be happy. I’ve read this pput up
    and if I may just I wish to counsel you some fascinating things or advice.
    Mahbe you could write subsequent articles referring to this article.

    I want to learn even more things approximately it!

  3. Wow, this piece of writing is good, my sister is analyzing such things, thus I am
    going to inform her.

  4. An outstanding share! I’ve just forwarded this onto a colleague who was
    doing a little research on this. And he in fact bought
    me lunch due to the fact that I discovered it for him…
    lol. So allow me to reword this…. Thanks for the meal!!
    But yeah, thanks for spending time to discuss this topic here
    on your site.

  5. ppiw says:

    Nice Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *