https://www.youtube.com/watch?v=lLOBbsFMKMg.

 

Dijuluki sebagai the coolest little capital in the world, Welington menawarkan berbagai atraksi yang menarik. Segala macam hiburan tersaji di kota yang juga dijuluki windy city ini. Mulai dari pertunjukan ballet, theatre, opera, hingga berbagai festival silih berganti menyemarakkan kota ini. Begitu pula dengan keindahan alamnya yang sudah tidak terbantahkan lagi. Mulai bukit hijau, wind turbine, gunung, pantai, hingga taman, semua tersaji lengkap di Wellington. Sehingga, bagi para penghuni dan pengunjungnya wajib rasanya untuk mengabadikan setiap jengkal keindahan yang ditawarkan. Selain lewat foto yang mungkin hampir setiap orang melakukannya, nampaknya membuat vlog bisa menjadi salah satu hal yang patut dicoba. Dengan vlog, bukan saja kamu bisa mengabadikan keindahan alam Wellington. Setiap detik pengalaman dan petualanganmu juga akan terekam dengan baik. Kamu juga akan bisa lebih intense menyampaikan pesanmu kepada penonton vlog mu. Melalui penjelasan yang kamu sampaikan, kamu pun bisa berlatih speaking, tentunya jika kamu memilih menggunakan bahasa Inggris di vlog mu. Selain itu, lewat vlog mu, kamu bisa menyampaikan informasi terutama bagi mereka yang ingin dan akan berkuliah di Selandia Baru dan Wellington. Bahkan jika vlog mu ditonton oleh banyak orang dan subscribermu banyak, pundi-pundi pemasukanmu akan bertambah banyak dari pihak You Tube.
Memang belum begitu banyak mahasiswa Indonesia yang studi di Selandia Baru yang membuat vlog. Salah satu dari mereka yang rutin membuat vlog adalah Chandra Spencer Rembang. Mahasiswa yang mengambil konsentrasi Master of Disaster Management di the University of Auckland ini aktif membuat vlog sejak ia berkuliah di Auckland. Ia memilih membuat vlog untuk menyalurkan hobinya dan memberi informasi tentang kuliah di Selandia Baru, mengingat dulu di kota asalnya, Manado, ia sulit mendapatkan informasi yang serupa ketika ingin memulai kuliah di Selandia Baru. Ketertarikan akan keindahan Selandia Baru, dan Auckland khususnya, membuatnya semakin aktif membuat vlog. Adapun sebagian besar vlognya meliput kegiatannya selama liburan serta mengunjungi tempat-tempat indah dan unik di Selandia Baru. Januari 2017 lalu, ia berkesempatan mengunjungi Wellington. Momen tersebut tidak ia sia-siakan dengan membuat vlog khusus edisi Wellington yang terbagi menjadi beberapa sesi vlog.
Jika memang kamu tertarik untuk mengabadikan setiap momen Wellington mu dalam vlog, ada baiknya juga kamu mempertimbangkan apa sekiranya yang membedakan vlog mu dari vlog yang lain dan membuatnya unik. Kamu mungkin bisa mengunjung tempat wisata di Wellington yang belum terlalu banyak dikunjungi oleh orang dan anti mainstream. Kamu juga bisa membuat vlog yang khusus membahas tentang suatu hal, misal vlog mu hanya membahas pengalamanmu ketika tramping di Wellington. Lewat vlog jenis ini, kamu bisa menjelaskan isi vlog mu secara lebih detail dan berlanjut ke vlog mu yang selanjutnya, karena vlog mu memang dikhususkan untuk membahas tramping di Wellington.
Berikut adalah hal-hal yang perlu kamu perhatikan dalam membuat vlog. Pertama, perhatikan agar durasi vlog mu tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. Vlog yang terlalu panjang durasinya, akan membuat penonton bosan dan jenuh. Sebaliknya, jika durasi vlog mu terlalu pendek, tidak semua pesan yang terkandung dalam vlog bisa kamu sampaikan, 15-20 menit mungkin cukup untuk durasi per vlog. Kedua, jangan terlalu banyak berbicara di vlog. Penonton vlog mu juga pasti ingin menikmati pemandangan yang kamu suguhkan lewat vlog. Jika kamu berbicara terus di hampir sepanjang vlog, bukan penjelasan lengkap yang didapat, tapi justru mereka akan lekas bosan menonton vlog mu. Jadi, bicaralah seperlunya dan hanya di bagian-bagian yang sekiranya penonton vlog mu membutuhkan penjelasan lebih. Ketiga, jangan sampai keasyikanmu membuat vlog mengganggu studimu. Ini poin yang tak kalah pentingnya. Jangan sampai karena terlalu antusias membuat vlog, kamu menjadi lupa waktu bahkan hingga tugas-tugasmu terlantar. Gunakanlah waktu weekend dan senggangmu saja untuk membuat vlog. The last but not least, selalu memperhatikan kondisi sekitar. Selalu berhati – hatilah jika mengambil gambar. Jangan sampai karena terlalu asyik mengambil gambar dan merekam, kamu tidak menyadari kondisi sekitar dan bahaya yang bisa menghampiri kapan saja.
Singkat kata, menjadi seorang vlogger itu tidak sulit namun juga tidak bisa dikatakan gampang. Jika kamu berminat menjadi seorang vlogger, hal-hal di atas bisa kamu pertimbangkan. Jika kamu berhasil menjadi seorang vlogger, bukan tidak mungkin banyak keuntungan yang kamu bisa dapatkan. Apalagi menjadi vlogger di tempat yang indah seperti Wellington. So, tunggu apalagi, siapkah kamu menjadi Indonesian vlogger di Wellington?

Written by: Tyas
Edited by: Rifqi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *