mas vino

Perang hibrida merupakan kombinasi perang tradisional dan modern, strategi penyerangan yang tidak hanya melibatkan fisik tetapi juga psikis. Perang ini juga melibatkan penyerangan militer, ekonomi, social, diplomasi, dan dengan penggunaan teknologi. Menurut sejarah dunia, perang hibrida merupakan perang generasi keempat setelah perang generasi pertama yang muncul pada tahun 1600an di benua Eropa, perang dunia pertama, dan perang dunia kedua.

Ketiga jenis peperangan sebelum perang hibrida merupakan jenis peperangan tradisional yang berkembang sesuai dengan kemajuan infrastrukturnya contohnya pada perang generasi pertama perang menggunakan tembakan langsung oleh prajurit militer di medan perang,sedangkan pada perang generasi kedua memanfaatkan tembakan tidak langsung dengan menggunakan senjata yang lebih canggih dari sebelumnya. Selanjutnya pada perang generasi ketiga selain persenjataan yang canggih, pasukan juga sudah sangat terstruktur sehingga para pasukan tersebut bisa menginfiltrasi lawan dan melemahkannya.

Dalam perang modern setelah perang dunia kedua, persenjataan tidak hanya semakin canggih dan melibatkan kekuatan mental dan fisik prajurit yang kuat, dalam perang modern terdapat ketidak jelasan antara lawan dan kawan, perang modern ini melibatkan lebih dari dua kubu yang terkadang tidak diketahui identitasnya. Perang modern ini disebut juga dengan proxy war atau perang tidak langsung.

Di Indonesia, setelah kemerdekaan terjadi beberapa penyerangan yang mengancam NKRI contohnya agresi militer Belanda 1, agresi militer Belanda 2, pemberontakan DI/TII, konfrontasi Indonesia Malaysia, perang operasi Trikora, dan sebagainya.

Walaupun secara fisik terlihat tidak ada ancaman perang pada saat ini, terdapat ancaman perang hibrida karena Indonesia mempunyai beberapa potensi yang merupakan ancaman bagi negara-negara lain. Diantara potensi tersebut adalah potensi ekonomi Indonesia, potensi energy terbarukan yang melimpah, potensi penduduk produktif, dan kekayaan budayanya.

Namun, terdapat beberapa tantangan yang harus diatasi untuk menghadapi perang hibrida ini. Tantangan tersebut berasal dari berbagai bidang seperti ekonomi, militer, pemerintahan, politik, dan diplomasi. Indonesia masih belum menunjukan kesiapan menghadapi perang hibrida karena permasalahan pada bidang tersebut. Padahal untuk menghadapi perang ini harus direspon dengan strategi penyerangan dan pertahanan yang merupakan gabungan dari Negara dan sipil.

-Ditulis oleh Nia, diedit oleh Jazz-

Perang Hibrida ini disampaikan oleh Sdr. Malvino di Wellington Indonesia Nano Discussion Jum’at 15 April 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *