jazz

Negosiasi adalah salah satu proses komunikasi yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan antara dua atau lebih pihak. Dari tawar-menawar harga sayuran di pasar hingga penyusunan perjanjian damai antara dua kelompok yang sedang bersengketa, proses negosiasi bisa dikatakan terjadi lebih sering dari yang kita pikirkan. Inilah yang membuat keterampilan bernegosiasi relatif penting untuk dikuasai, baik untuk mendapatkan suatu kebutuhan dari orang lain ataupun untuk menyelesaikan perselisihan.

Ada banyak kecakapan-kecakapan individual yang jika digabung akan membentuk keseluruhan kemampuan bernegosiasi itu sendiri. Misalkan, kemampuan untuk menyampaikan keinginan atau kebutuhan satu pihak dengan lugas dan jelas tanpa berkesan memaksa, kemampuan untuk menyusun tawaran yang memenuhi keinginan kelompok lawan tanpa merugikan diri sendiri, dan mental gigih dan tegas agar tidak mudah dipengaruhikan pihak lawan. Keterampilan ini akan memudahkan kita untuk mencapai kesepakatan dengan pihak lawan dan mendapatkan apa yang kita butuhkan dari mereka.

Selain keterampilan-keterampilan abstrak seperti di atas, ada pula teknik bahasa tubuh yang semestinya digunakan selagi berbicara dengan sesama negosiator. Postur tubuh yang meniru pihak lawan, tatapan mata mengarah pada area di bawah mata lawan, dan bahkan posisi tempat duduk yang tidak berhadapan langsung dengan sesama negosiator merupakan tanda-tanda implisit yang bisa membantu menyetarakan kedudukan antara kedua belah pihak dan meyakinkan pihak lawan akan kemauan kita.

Tak kalah pentingnya juga adalah kemampuan untuk memahami konteks perselisihan. Seberapa tegas tawaran bisa disampaikan, seberapa banyak yang bisa dikompromikan pada pihak lawan, dan seberapa kuat atau lemah posisi kedua pihak; semua ini jugalah konteks yang penting untuk diketahui dan diingat untuk dijadikan fondasi perundingan.

Misalnya, dari kasus perundingan damai untuk sengketa Poso dan Ambon, pihak pemerintah Indonesia mampu untuk tegas dan bahkan sedikit mengancam saat bernegosiasi dengan pihak-pihak yang bertikai karena pemerintah tahu mereka yang punya kekuatan jauh di atas pihak lawan. Namun di sisi lain, saat bernegosiasi dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Indonesia harus jauh lebih lunak karena pihak GAM jauh lebih kuat dan punya reputasi yang juga kredibel.

Menyatukan semua keterampilan inilah yang bisa disebut sebagai seni bernegosiasi. Tidak semua orang akan terlibat dalam negosiasi tingkat tinggi seperti perundingan damai untuk mengakhiri perang. Namun mengingat kerapnya kita bernegosiasi dalam kehidupan sehari-hari dalam konteks yang lebih sepele, keterampilan negosiasi sangatlah layak untuk kita ketahui dan latih untuk kemudahan kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *